5 Curhatan Anak yang Wajib Ayah Bunda Dengarkan




Halo Ayah dan Bunda, aku batita. Sesuai singkatannya, aku masih disebut bayi, walaupun usiaku sudah hampir 3 tahun.


Mengasuhku memang gampang-gampang susah. Kadang semua orang heran mengapa aku tak kunjung lelah, padahal Ayah dan Bunda sudah kehabisan tenaga untuk meladeni seluruh permintaan dan kerewelanku.

Seandainya aku pandai bicara, ada 5 hal yang kuingin Ayah dan Bunda ketahui tentang diriku:

1. Otakku masih batita
Tahu nggak sih kalau ada bagian otak manusia yang bertanggung jawab untuk berpikir secara logis, membuat strategi, merencanakan dan memperkirakan sesuatu, menanggung resiko sebuah tindakan serta berkeinginan untuk memegang kendali? Bagian otak itu disebut prefrontal cortex dan prefrontal cortex-ku belum terbentuk sempurna. Jadi aku nggak mungkin berakting saat aku sedang mengamuk atau menangis, karena otakku belum mampu melakukan itu.

Aku suka sekali menirukan Bunda, dari Bunda-lah aku belajar banyak tentang cara berempati, cara menenangkan diri, cara mengungkapkan perasaan dan menyelesaikan masalah. Ajarkanlah padaku tentang semua itu Ma, supaya aku dan otakku berkembang sempurna.

2. Aku nggak sengaja pup di celana
Karena prefrontal cortex-ku masih batita dan belum terbentuk sempurna, Ayah dan Bunda sekarang ngerti kan kalo pup di celana atau ngompol di malam hari bukan sengaja kulakukan untuk membuat Ayah dan Bunda marah. Kadang aku belum bisa mengendalikan saraf-saraf otakku biar tidak buang air besar atau kecil sembarangan.

Bunda lebih baik terus menerapkan rutinitas menjelang tidur seperti minum susu, pipis sebelum naik ke tempat tidur, dll. Lama-lama aku akan mengerti dan bisa bilang kalo ingin pipis atau pup malam-malam.

3. Aku adalah apa yang Ayah dan Bunda pikirkan
Sejak bangun tidur sampai mau tidur, semuanya belum bisa kulakukan sendiri tanpa Ayah dan Bunda. Begitu juga caraku memandang diriku sendiri adalah sama dengan cara Bunda memandangku. Kalo Bunda pikir aku ini lucu dan cakep, itulah yang akan kupikirkan tentang diriku. Kalo Bunda sering bilang aku nakal, ya aku akan menganggap diriku ini anak nakal.

Semua manusia berjuang untuk menjadi seseorang yang ideal menurut diri mereka masing-masing, demikian juga aku. Ayah dan Bunda ingin aku jadi seperti apa sih? Bilang dong ke aku supaya aku besok-besok bisa jadi cowok/ cewek seperti harapan Ayah dan Bunda.

4. Ayah dan Bunda jangan sibuk sendiri dong ..
Kadang Ayah dan Bunda tuh ya, lebih perhatian sama smartphone baru daripada sama aku. Begitu hape bunyi, Bunda buru-buru mengambil dan memencet-mencetnya. Giliran aku yang manggil, Bunda lamaaa .. banget menjawabnya. Memang sih, kadang aku suka main sendiri. Aku pengen bikin orang-orangan model baru dan kalo aku mondar-mandir ke sana ke mari mainan baruku nggak jadi-jadi nanti. Tapi itu bukan berarti aku sedang cuekin Ayah dan Bunda.

Ayah dan Bunda tahu nggak, kata orang-orang pintar, batita yang mendapatkan cukup kasih sayang dan perhatian dari orangtuanya akan menjadi pribadi yang mandiri dan mampu menghargai dirinya sendiri ketika mereka dewasa. Mereka juga trampil di bidang akademik dan hubungan sosial, serta tidak mudah merasa cemas atau depresi. Klik di sini deh untuk membaca tentang EQ, hal yang lebih penting daripada IQ serta pengaruhnya pada kesukesan anak di masa depan.

Lalu curhatku yang kelima adalah ….

5. Tak ada yang sempurna
Ayah dan Bunda nggak usah galau memikirkan cara menjadi ibu atau ayah yang sempurna. Aku cuma butuh Ayah dan Bunda memandangku sebagai makhluk kecil yang ingin disayang. Aku ingin Ayah dan Bunda melihat hal-hal baik dalam diriku, meski aku pun bukan batita yang sempurna.

Seperti aku yang banyak belajar dari Ayah dan Bunda, aku juga ingin Ayah dan Bunda belajar banyak hal dariku. Yuk, kita nikmati hari-hari menakjubkan ini bersama, karena aku nggak akan selamanya menjadi batita malaikat kecil Ayah dan Bunda
Sumber : facebook.com

Subscribe to receive free email updates: